Banner

APAPUN YANG BISA KITA LAKUKAN LAKUKAN SEMUANYA DARI HATI KITA

sepombob

oke

RENUNGAN YANG INSPIRATIF HIDUP TIDAK UNTUK DIJALANI SETENGAH TENGAH

RENUNGAN YANG INSPIRATIF HIDUP TIDAK UNTUK DIJALANI SETENGAH TENGAH

Hidup tidak dimaksudkan untuk dijalani setengah-setengah melainkan untuk dijalani sepenuhnya. Jika Anda ingin
membuat perubahan di dunia, Anda harus kuat. Anda harus berani mengambil resiko. Bahkan terkadang Anda perlu untuk membabi buta berlari ke arah yang tidak meyakinkan, namun ketika Anda percaya jalan tersebut memang akan mengantar Anda ke tempat yang tepat. - See more at: http://www.termotivasi.com/2014/06/renungan-inspiratif-hidup-tidak-untuk.html#sthash.TD4uJGcu.dpuf
Tidak Ada Suatu Apapun yang Kebetulan di Dunia Ini, Segalanya Telah Diatur Oleh Yang Maha Kuasa

Tidak Ada Suatu Apapun yang Kebetulan di Dunia Ini, Segalanya Telah Diatur Oleh Yang Maha Kuasa

Ketika kita ditimpa musibah, bencana, atau keadaan yang sulit, banyak dari kita yang meratapi nasib dan menyalahkan Tuhan.

Kenapa harus saya yang mengalami ini? Kenapa bukan orang lain saja? Apa salah saya hingga Tuhan membiarkan saya mengalami musibah ini? Bagaimana bisa melanjutkan hidup dalam keadaan seperti ini? Mengapa hidup orang lain tampak begitu mulus dan mudah?  Ah, Tuhan tidak adil!

Depresi, kecewa, dan putus asa menghantui diri kita. Namun, jika mau berpikir kembali, bijaksanakah jika kita selalu menyalahkan keadaan? Apakah masalah akan selesai jika hanya menyalahkan keadaan?

Tidak ada suatu apapun yang kebetulan di dunia ini. Segalanya telah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Sekecil apapun kejadian itu, tentu merupakan kehendak-Nya. Tuhan selalu punya alasan mengapa Dia memberikan keadaan demikian kepada kita. Cermati, sesungguhnya Tuhan ingin Anda mempelajari hikmah dari kejadian tersebut.

Tuhan tidak akan memberi cobaan yang tidak bisa dilewati oleh hamba-Nya. Karena itu percayalah, Mengapa Tuhan memilih Anda untuk menjalani keadaan sulit yang Anda rasakan, adalah karena Tuhan tahu bahwa Anda mampu melewatinya. Jika orang lain yang mengalami apa yang Anda alami, belum tentu mereka bisa sekuat Anda saat ini.

Setiap kesukaran yang kita alami adalah semata-mata kesempatan untuk mengasah kita menjadi pribadi yang lebih kuat. Seorang sarjana bekerja sebagai pegawai kantoran dengan gaji tiga juta per bulan. Di lain pihak, seorang berijazah SMP mampu menghidupi keluarga lewat usaha tambak ikan dengan penghasilan berkali lipat. Ya, kesulitan memperoleh pekerjaan sering kali membuat kita berpikir lebih keras, bagaimana cara memperoleh uang. Jika setiap masalah kita hadapi dengan pikiran positif, tentu hasil yang positif juga akan kita dapatkan.

Hidup adalah untuk menyelesaikan masalah. Meski tampak bahagia di luar, setiap orang pasti memiliki masalah sendiri. Ada seorang gadis berparas cantik dari keluarga berkecukupan. Apapun yang ia inginkan hampir selalu didapatkannya. Ia memiliki kekasih yang tampan dan perhatian, di samping masih banyak pria lain yang juga memujanya. Bahagiakah hidupnya? Tidak! Kedua orang tuanya telah lama bercerai, jika bertemu pun sikapnya seperti kucing dan anjing. Masing-masing telah menikah lagi. Tak ingin memilih salah satu pihak, akhirnya si gadis dan adiknya yang masih SMA, memilih untuk tinggal berdua saja.

Coba Anda tengok orang-orang yang tampak bahagia. Pasti akan Anda temukan satu sisi yang membuat orang itu merasa hidupnya tidak sempurna. Begitu pun dengan diri Anda sendiri. Jika saat ini Anda merasa punya masalah, selesaikanlah dengan tawakal tanpa pernah mengeluh. Itulah ujian yang Tuhan berikan sesuai dengan porsi kemampuan Anda.
KETIKA CINTA DATANG TERLAMBAT WAJIB DIBACA

KETIKA CINTA DATANG TERLAMBAT WAJIB DIBACA

Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.

Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.

Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket,

aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.

Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokter pun menolak menggugurkannya.

Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.

Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.

Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.

Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.

“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.

Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”

“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.

Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.

Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.

Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.

Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat.

Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.

Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan.

Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya.

Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.

Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.

Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan.

Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku.

 Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.

Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa.

Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus.

Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.

Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas.

Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.

Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja.

Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga.

Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.

Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.

Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.

Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.

Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.

Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!

Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.

Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.

Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.

Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”

Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”

Putriku menatapku,“seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”

Aku menggeleng,“bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”

Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
JILBAB ATAU HIJAB YANG MEMBUAT WANITA SEMAKIN CANTIK

JILBAB ATAU HIJAB YANG MEMBUAT WANITA SEMAKIN CANTIK

Oh Muslimah, luangkan waktu selama satu menit dan coba lah berpikir ...............!!

Setelah mengenakan jilbab, dia menatap terlalu lama untuk pantulan dirinya di cermin...

.
.. suara setan berbisik padanya: "sesuatu yang hilang sayang! wajah kamu tampak pucat, ayolah ... sedikit sentuhan make-up tidak akan merugikan siapa pun! "dia mengambil lipstik dengan tangan gemetar, memandangi lipstik itu selama satu menit antara jari-jarinya ..

Suara itu berbisik padanya lagi: "Just do it! ?! banyak gadis Hijabi memakai make-up, jadi mengapa kamu juga tidak melakukannya "katanya pada bayangannya di cermin:
~ ~ Tapi jika beberapa Muslimat melakukannya, tidak berarti itu adalah hal yang benar untuk dilakukan, bukan?! Banyak Muslimat tidak memakai jilbab, apakah itu berarti aku tidak boleh memakainya seperti mereka?! "" Ya tetapi kamu akan terlihat lebih cantik dengan make-up ~ ~

Suara itu berbisik lagi Dengan sedikit ragu-ragu, ia mengangkat lipstik ke bibirnya untuk menerapkannya ... tiba-tiba dia berhenti!
"Menunggu" katanya pada bayangannya "tapi aku tidak memakai Hijab untuk melindungi diri dari pandangan mata dari lawan jenis?! memakai make-up bertentangan dengan tujuan sebenarnya dari Hijab! "

Dia terdiam sejenak, lalu dia mendengar setan berbisik lagi:?! "! Tapi sayang kamu memakainya untuk diri sendiri tidak kepada orang lain" "aku" katanya "jadi jika saya memakainya sendiri, mengapa tidak akan saya pakai di rumah juga?! "" ok ok! jadi apa yang kamu katakan?!

~ ~ ~ Apakah Anda mengatakan bahwa make-up adalah Haram?! ~ ~ ~

Suara itu mengatakan setelah satu menit mengheningkan cipta "tentu saja tidak!" Katanya "Make up bukanlah Haram jika Muslimah memakainya

1) untuk mempercantik diri di depan suami atau
2) dipakai dalam kesempatan di mana tidak ada pencampuran antara laki-laki dan perempuan!

Yang paling penting adalah bahwa laki-laki non mahram tidak melihatnya dengan make-up "

"Yang mengatakan begitu?!" Tanya suara "Allah berkata begitu!

Dalam Al-Qur'an Surat An-Nur Ayat 31... dan sekarang pergi!
A'udhu billahi minashaytanir-rajiim
(Aku berlindung kepada Allah dari setan terkutuk!) "Alhamdulilah! Tidak ada bisik-bisik lagi!

Dia tersenyum sendiri di cermin, menaruh lipstik kembali ke tempatnya! Ya! dia berusaha untuk menjadi cantik tapi hanya di sisi Allah sebagai hamba yang taat....

Dia bukan sepotong permen untuk menarik mata setiap yang melihatnya! Dia suka terlihat natural dan rasa malu adalah satu-satunya hal yang memperindah dia!

"Betapa besar untuk menjadi hamba yang patuh!" Katanya untuk dirinya sendiri.
AWAL YANG SULIT NAMUN BERAHIR INDAH

AWAL YANG SULIT NAMUN BERAHIR INDAH

 
TIDAK MUDAH... TAPI AKAN TERASA INDAH PADA AKHIRNYA

Tidak MUDAH tersenyum ketika hati menangis dan teriris
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari itu bagian dari kasih Ilahi
Agar Allah memindahkan kebaikan-kebaikan orang yang menyakiti kita

Tidak MUDAH bangkit dalam keadaan terpuruk
Tapi akan terasa INDAH ketika kita menyadari
Bahwa Allah sedang menyapa dengan cinta-Nya Agar kita tumbuh besar dan kuat

Tidak MUDAH memberi ketika diri sendiri dalam kekurangan
Tapi akan terasa INDAH ketika kita bisa membahagiakan orang lain
Bukan membahagiakan diri sendiri

Tidak MUDAH memaafkan ketika kita dibenci dan di hina
Tapi akan terasa INDAH kalau itu bagian dari penyucian diri
Dan ikhlas hanya mengharap ridha Ilahi

Tidak MUDAH melupakan kegagalan ketika kita masih berkubang didalamnya
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itu adalah awal dari kesuksesan kita

Tidak MUDAH melupakan masa lalu yang menyakitkan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari itulah jalan yang harus ditempuh
Untuk mengawali kebahagiaan yang akan diberikan Allah sebagai penggantinya

Tidak MUDAH menghilangkan duka karena kehilangan
Tapi akan terasa INDAH ketika menyadari
Bahwa Tuhan telah meminjamkan kepada kita beberapa saat

Tidak MUDAH menghadapi penderitaan dan cobaan yang terus mendera
Tapi akan terasa INDAH ketika menumbuhkan kesabaran dan rasa syukur
Dan menyadari itu bagian dari cara Allah menyayangi hambanya
Seperti Allah menyayangi para Nabi dan Rasul-Nya..
10 Keistimewaan Shalat Subuh Berjamaah

10 Keistimewaan Shalat Subuh Berjamaah

10 Keistimewaan Shalat Subuh Berjamaah




Membaca Al-Qur’an dan hadist-hadist Rasulullah saw, anda akan mengetahui dengan mudah dan jelas bahwa shalat subuh sangat mahal nilainya
Shalat yang agung ini benar-benar memiliki daya tarik,karena kedudukanya dalam islam dan nilainya yang tinggi dalam syariat. Banyak sekali hadist yang mendorong untuk melaksanakan shalat subuh dan menyanjung mereka yang menjaganya.
Berikut adalah 10 keistimewaan shalat subuh berjamaah :
• Pahala Tanpa Batas
Orang yang melaksanakan shalat subuh dengan berjamaah mendapatkan keistimewaan yang didapatkan orang-orang yang melaksanakan selain shalat subuh dengan berjamaah. Bahkan dia mendapatkan lebih dari semuaitu. Dia mendapatkan pahala seperti orang-orang yang shalat berjamaah pada umumnya, yaitu 25 atau 27 derajat pahala. Diberikan padanya kebaikan yang banyak, dihapus kejelekanya,ditinggikan beberapa derajat kedudukanya. Malaikat berdoa baginya.
1.Pahala shalat malam satu malam
Diriwayatkan Muslim dari Ustman bin affan ra berkata: Rasulullah saw
Telah bersabda”Barang siapa yang shalat isya’ berjamaah maka seakan
Akan dia telah shalat setengah malam. Dan barang siapa sholat subuh
Berjamaah(atau dengan shalat isya’, seperti yang tertera dalam hadist Abu
Daud dan tirmidzi) maka seakan-akan dia telah melaksanakan shalat
Satu malam penuh”( HR Muslim)
2.Sumber Cahaya di Hari Kiamat
“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan
Dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang
Pada hari kiamat”(HR Abu daud,at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
3.Surga yang dijanjikan
“Barang siapa yang shalat dua waktu dingin maka akan masuk surga”
(HR.Bukhari). Dua waktu dingin adalah subuh dan ashar.
• Melihat Allah
“Kami sedang duduk bersama Rasulullah,ketika melihat bulan purnama beliau bersabda, ‘Sungguh kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan yang tidak terhalang dalam melihatnya”
“Apabila kalian mampu,janganlah kalian menyerah dalam melakukan shalat sebelum terbit matahari dan shalat sebelum terbenam matahari. Maka lakukanlah”.(HR. Bukhori dan muslim)
Mereka yang selalu menjaga shalat subuh dan ashar maka akan dapat melihat Allah dengan jelas di surga.
• Siksa Pedih bagi Yang Meninggalkanya
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya telah datang kepadaku tadi malam dua tamu(Jibril dan mikail). Keduanya diutus kepadaku dan berkata,’berangkatlah’,lalu saya pergi bersama mereka. Kami mendatangi orang yang sedang tidur dan yang lainnya berdiri tegak diatasnya dengan membawa batu. Lalu tiba-tiba melepaskannya batunya tepat pada kepalanya hingga hancur luluh kepalanya. Batu itu telah meleburkannya. Kemudian dia mengambilnya kembali dan dia tidak mengulanginya hingga kepalanya pulih kembali, lalu dia akan melakukan sebagaimana dia melakukan pada pertama kalinya. Rasulullah berkata,’saya berkata pada keduanya ,’subhanallah’! apa ini ?’Mereka berdua berkata:”lanjutkan perjalanan…lanjutkan perjalanan….”
“Orang pertama yang telah anda datangi tadi, yang memecahkan kepalanya dengan batu, ia adalah orang yang membawa al-Qur’an namun mencampakkanya dengan begitu saja dan tidur pada saat shalat wajib”(HR Bukhori)
• Shalat Sunnah yang lebih mulia dari pada Dunia Seisinya
“Dua rakaat fajar(shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya”(HR Muslim)
“Dua rakaat fajar (shalat sunnah sebelum subuh) lebih baik dari pada dunia semua”(HR Ahmad)
“Tidak ada shalat sunnah yang lebih diperhatikan Rasulullah saw selain shalat sunnah sebelum subuh”(HR Al-Bukhari)
“Janganlah meninggalkan shalat sunnah subuh walaupun kalian dikejar pasukan musuh”(HR Abu Daud dan Ahmad)
• Perlakuan Khusus terhadap shalat subuh
1.Shalat subuh merupakan salah satu shalat yang pertama kali diwajibkan
Atas kaum muslimin, disamping shalat ashar
2. Adzan subuh berbeda dengan adzan pada shalat-shalat yang lain.
3. Rasulullah memberikan doa khusus setelah shalat subuh yang berbeda dengan shalat yang lain.
4. Rasulullah saw selalu menyuruh kaum muslimin untuk memendekkan bacaan waktu shalat kecuali subuh.
5. Bacaan khusus Rasulullah saw pada hari jumat dan waktu subuh.
6. Shalat subuh tidak bisa di-qashar dan dijama’
• Waktu yang menjadi saksi
Allah mengagungkan waktu subuh didalam Al-Quran, Ia tidak pernah bersumpah dalam kitab-Nya dengan waktu shalat kecuali shalat subuh dan ashar. Allah berfirman “Demi Fajar, dan malam yang sepuluh.”(Al-Fajr:1-2)
Waktu subuh adalah waktu yang menjadi saksi. Waktu yang disaksikan hamba Allah yang mulia, yaitu para malaikat! Semua malaikat yang ada dilangit turun ke bumi untuk menyaksikan shalat subuh !
• Berada di bawah lindungan Allah
Rasulullah saw memberi janji, bahwa bila shalat subuh anda kerjakan, maka Allah akan melindungi anda seharian penuh. Rasulullah saw bersabda :
“Barang siapa yang menunaikan shalat subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan coba-coba membuat Allah membuktikan janji-Nya. Barang siapa yang membunuh orang yang menunaikan shalat subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka.”(HR Muslim,At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
• Muara Ilmu dan Iman
Rasulullah saw menjadikan shalat subuh sebagai kesempatan mengajarkan kebaikan kepada para sahabatnya. Beliau sering menyampaikan pelajaran dan penjelasan tentang berbagai hal setelah shalat subuh. Beliau memberi jawab atas pertanyaan sahabat-sahabatnya. Beliau juga menerangkan sebuah mimpi atau hal-hal lain yang berkaitan dengan pembinaan. Sungguh shalat subuh merupakan pertemuan ilmiyah dan pertemuan iman yang sangat bagus dan mulia karena shalat subuh merupakan saat-saat ketika hati dan pikiran sedang jernih. Bahkan malaikat juga turut menjadi saksi bagi orang-orang yang berada dalam rumah Allah dan membicarakan kalam Ilahi.
• Latihan harian bagi Ruhani
Rasulullah saw selalu menganjurkan untuk tetap tingal di dalam masjid setelah shalat subuh, hingga waktu terbit matahari. Waktu pagi ibarat acara pelatihan peningkatan keimanan yang sangat agung, sebagai permulaan menapaki hari-hari bagi seorang mukmin.
• Berkah ditiap langkah
Rasulullah saw menarik perhatian para sahabat dan perhatian kita, dengan pernyataannya bahwa keberkahan itu ada di waktu pagi. Jam-jam pertama di pagi hari (setelah shalat subuh) merupakan waktu paling barakah dalam satu hari penuh. Rasulullah saw bersabda” Ya Allah berkatilah umatku di waktu pagi.”(HR At-tirmidzi,Abu daud,Ahmad, dan Ibnu Majah)
putus cinta bukan putus masa depan dan cita - cita

putus cinta bukan putus masa depan dan cita - cita


ketika sepi mulai datang menghampiri
mungkin hanya sunyi yang bisa menemani kita
tanpa alasan apapun itu suatu hal yang nyata


hanya diam yang bisa mengalahkan semua rasa sepi
berdoa adalah jalan terbaik yang seharusnya dilakukan
berusahalah sebaik mungkin, jangan sia - siakan waktumu
jangan memikirkan seseorang yang belum tentu memikirkan kita

Cara Agar Pacar Semakin Sayang sama kamu

Cara Agar Pacar Semakin Sayang sama kamu

1. Pacar Semakin Sayang ke Kamu, Jika Kamu Menerima Dia Apa Adanya




Orang paling tidak suka dengan orang yang selalu membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain apalagi dalam hal fisik. Fisik memang sulit untuk diubah secara instan, sehingga janganlah pernah mencela fisik. Mulai saat ini pelajari kekurangan dan kelebihannya agar kamu bisa menerima dia apa adanya tanpa keterpaksaan. Lebih baik lagi jika saling mengisi kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika kamu menerima apa adanya, itu akan membuat pacar semakin sayang sama kamu.

2. Jujur, Hindari Berbohong Sama Pacar

Semua orang pasti tidak mau dibohongi, termasuk pacar atau kekasih kamu. Jika kamu ingin pacar semakin sayang sama kamu, jagalah sikap jujur jika ingin mendapatkan kasih sayang dari pasangan kamu. Sekali dibohongi, kepercayaan akan sangat sulit untuk didapatkan kembali. Jika kamu suka berbohong, pacar akan sulit dan bukannya semakin sayang dan cinta sama kamu malah kepercayaan si doi akan berangsur pupus.

3. Berikan Pacar Kejutan

Tutup matanya dan beri ia kejutan. Kejutan selalu disukai kekasih baik cowok maupun cewek. Sebuah kejutan yang kreatif dan fresh bisa membuat pacar lebih cinta dan sayang. Dia akan bahagia dan bangga kepada kamu yang pandai menciptakan sebuah kejutan kreatif. Jangan menilai dari segi harganya, yang terpenting adalah makna dari hadiah atau kejutan yang kamu berikan kepadanya. Ini akan membuat pacar semakin cinta sama kamu.

4. Jangan Sering Mengeluh Sama Pacar

Jadilah orang yang paling perhatian dengan pacar kamu. Janganlah sesekli kamu mengeluh sama pacar, contohnya ketika ia datang terlambat untuk menjemput. Karena jika kamu sering mengeluh, dampaknya akan membuat pacar kamu jengkel dan kesal sama kamu. Kalau ingin pacar semakin sayang, hindarilah sifat buruk tersebut. Karena akan membuat pacar menjauh dan marah. Jika pacar kamu marah, 

5. Sesekali Memuji Pacar

Katakan bahwa ia kekasih tercakep dan terbaik di dunia. Walau kemungkinan kamu akan disebut gombal, namun tetap saja hal itu akan membuatnya tersipu. Pujian dari kamu bisa jadi sangat penting artinya bagi pasangan kamu. Lihatlah, hatinya akan sangat bahagia dan rasa sayang kepada kamu pun akan semakin bertambah.

6. Ajak ke Tempat Kenangan Kamu dan Pacar

Salah satu tips agar pacar semakin sayang dan cinta sama kamu adalah dengan mengajaknya ke tempat kenangan kalian berdua. Ketika kamu memiliki tempat pertemuan pertama dengan pacar, ajaklah dia kesana ketika kamu merasa dia berubah dan ceritakan kepada dia bahwa kamu masih ingin memiliki rasa yang sama seperti waktu pertama menjalin cinta.

7. Miliki Sifat-Sifat Yang Membuat Pacar Semakin Sayang

Dibawah ini merupakan beberapa sifat yang mungkin bisa membuat pacar kamu semakin sayang:

EMPAT DAMPAK PERCERAIAN ORANGTUA BAGI ANAK

EMPAT DAMPAK PERCERAIAN ORANGTUA BAGI ANAK

4 Dampak Perceraian Orang Tua Bagi Anak


Studi terkini menunjukkan anak yang dibesarkan oleh orangtua bercerai, merasakan dampak perceraian hingga ia dewasa. Perceraian orangtua memberikan pengaruh negatif terutama dalam hal hubungan berpasangan.

1. Tidak mau menikah.
Perceraian orangtua memberikan pengalaman traumatik yang membuat seseorang menghindari komitmen, karena takut mengalami masalah yang sama dengan orangtuanya. Penolakan terhadap perceraian membuat ia menghindari komitmen dalam hubungan berpasangan. Rasa khawatir terhadap pernikahan ini takkan hilang sama dengan ketakutannya terhadap perceraian yang akan selalu ada selama penolakan terus terjadi.

2. Tak percaya cinta.
Sikap lainnya adalah individu ini menerima dan mau berkomitmen dalam hubungan atau menikah, namun baginya hubungan pasangan menikah bisa terjadi karena ketertarikan fisik semata, tanpa cinta. Sementara, cinta tidak muncul dengan sendirinya, melainkan membutuhkan upaya dari kedua belah pihak untuk membangun hubungan yang solid, saling percaya, saling menghargai dan memiliki cinta sejati.

3. Mensabotase hubungan.
Tanpa sadar, pribadi yang tumbuh dengan latar belakang orangtua bercerai, akan menunggu sesuatu yang buruk terjadi dalam hubungannya dengan pasangan. Pada awalnya, ia menemukan cinta dan memulai hubungan berpasangan, dan berpotensi untuk melanjutkan hubungan jangka panjang yang lebih serius. Namun di tengah jalan, ia menyabotase hubungan ini, dengan menunggu dan meyakini bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk terhadap hubungannya. Pribadi seperti ini juga cenderung menganggap semua pria akan berselingkuh, sebuah anggapan yang muncul karena perceraian orangtuanya di masa lalu
ADA DUA MASALAH TERBESAR DALAM HIDUP INI

ADA DUA MASALAH TERBESAR DALAM HIDUP INI

masalah terbesar dalam hidup ini ada dua
yang pertama melupakan allah


dan yang kedua dilupakan allah
jika keduanya sudah saling melupakan
bayangkan apa yang akan terjadi
bayangkan bagaimana hidup kita
tanpa bantuan allah swt
PENTINGNYA SHALAT UNTUK KESEHATAN

PENTINGNYA SHALAT UNTUK KESEHATAN


shalat itu indah dan menyehatkan serta menyejukan hati maka shalatlah sebelum anda dishalatkan

MOTIVASI TENTANG CINTA

MOTIVASI TENTANG CINTA

kebayang gak bagaimana rasaanya ditinggalin pacar
pacar yang selama ini kita cintai dan sayangi
tiba - tiba pergi tanpa sebab yang jelas dan tanpa alasan
tapi santai aja bro, karena masih banyak diluar sana yang terbaik yang mengharapkan kita
sekarang kita buktikan dulu siapa dan kita jadikan diri kita sebagai yang pantas mendapatkan segalanya
CURHAT TENTANG CINTA

CURHAT TENTANG CINTA

karena suatu saat kita pasti akan merasakan
apa itu yang namanya ditinggalkan dan meninggalkan

mau atau tidak mau kita akan merasakanya
sebelum semua hal itu terjadi
alangkah abaiknya kita jadikan diri kita ini sebagai pribadi yang baik
dan jangan pernah menyerah dalam setiap kesulitan yang menghapiri

AKIBAT SERING TIDUR SETELAH MAKAN

AKIBAT SERING TIDUR SETELAH MAKAN

1. badan akan terasa cepat gemuk
2. pergerakan badan akan terasa lamban
3.semua aktivitas akan terasa sulit

KETIKA GALAU MENGHAMPIRI

KETIKA GALAU MENGHAMPIRI

banyak hal yang aku inginkan dalam hidup ini

namun tak semuanya dapat ku gapai,,,
mungkin karena aku bukan manusia sempurna
aku hanya berharap suatu saat nanti
kebahagiaan dapat menyertai setiap langkah kakika
dan kini aku hanya bisa berusaha dan berdoa
CONTOH MAKALH ETIKA PROFESI

CONTOH MAKALH ETIKA PROFESI



MAKALAH ETIKA PROFESI 


DIYAN ROHMANSAH
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INFORMATIKA
2013

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT Tuhan semesta alam.Hanya dengan rahmat, Karunia, hidayah serta izinNya lah makalah ini dapat selesai tanpa hambatan yang berarti. Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya juga penulis ucapkan kepada Ayah dan Ibunda tercinta yang selalu memberikan support kepada penulis serta Dosen Pembimbing Etika Profesi yang telah banyak membantu dalam penulisan makalah ini.
Makalah Etika Profesi ini membahas tentang Etika Profesional dalam Konstruksi.
Mugkin dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Namun, harapan penulis semoga makalah ini dapat berguna bagi Pembaca . Aamiin. Wassala

                                                                                                   ciputat, 28 oktober 2013
                                                                                                                                                         
          Penulis
                                                                                                                  

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Selama ini banyak sekali berbagai macam penyimpangan atau pelanggaran yang dilakukan oleh profesional konstruksi sehingga banyak merugikan konsumen. Mulai dari kolusi, penipuan serta mutu produk konstruksi yang tidak memenuhi standar. Sebagian besar konsumen merasa tidak puas dengan hasil kinerja para profesional konstruksi.
Hal ini mendorong beberapa peneliti dan organisasi konstruksi di dunia untuk melakukan survey. Sehingga dari hasil survey tersebut dibuat beberapa peraturan/ kode etik untuk mengurangi keluhan ketidak puasan konsumen terhadap hasil produk konstruksi.
Konstruksi merupakan industri yang hasil produksinya digunakan oleh banyak orang. Dimana industri konstruksi sangat berhubungan dengan kepuasan dan keselamatan banyak orang.

1.2. Rumusan Masalah
Dalam makalah ini akan dibahas mengenai berbagai macam pelanggaran etika profesi berdasarkan hasil survey yang dilakukan beberapa organ yang dilakukan.

1.3. Tujuan
Tujuan penulisan makalah ini antara lain :
-        Menjelaskan pengertian kode etik dalam bekerja.
-        Menjelaskan alasan dibuatnya kode etik  profesi dalam industri konstruksi

BAB II
ISI

21.Pengertian Konstruksi
Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam sebuah bidang arsitektur atau teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Walaupun kegiatan konstruksi dikenal sebagai satu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya konstruksi merupakan satuan kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda. Pada umumnya kegiatan konstruksi diawasi oleh manajer proyek, insinyur disain, atau arsitek proyek. Orang-orang ini bekerja di dalam kantor, sedangkan pengawasan lapangan biasanya diserahkan kepada mandor proyek yang mengawasi buruh bangunan, tukang kayu, dan ahli bangunan lainnya untuk menyelesaikan fisik sebuah konstruksi. Dalam melakukan suatu konstruksi biasanya dilakukan sebuah perencanaan terpadu. Hal ini terkait dengan metode penentuan besarnya biaya yang diperlukan, rancang-bangun, dan efek lain yang akan terjadi saat pekerjaan konstruksi dilakukan. Sebuah jadwal perencanaan yang baik akan menentukan suksesnya sebuah pembangunan terkait dengan pendanaan, dampak lingkungan, keamanan lingkungan konstruksi, ketersediaan material bangunan, logistik, ketidak-nyamanan publik terkait dengan adanya penundaan pekerjaan konstruksi, persiapan dokumen dan tender, dan lain sebagainya.
2.2. Etika
Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :
1.      Drs. O.P. Simorangkir : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
2.       Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
3.      Drs. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

           Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika member manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang pelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapatdibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.
           Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :
1. Etika Deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
2. Etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :
1. Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia    bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
2.  Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :
1. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
2.  Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

           Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat   dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan.
Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandangan dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.
           Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut :
1.  Sikap terhadap sesama
2.  Etika keluarga
3.  Etika profesi
4.  Etika politik
5.  Etika lingkungan
6.  Etika idiologi
Sistem Penilaian Etika :
1.   Titik berat penilaian etika sebagai suatu ilmu, adalah pada perbuatan baik  atau jahat, susila atau tidak susila.
2.   Perbuatan atau kelakuan seseorang yang telah menjadi sifat baginya atau telah mendarah daging, itulah yang disebut akhlak atau budi pekerti. Budi tumbuhnya dalam jiwa, bila telah dilahirkan dalam bentuk perbuatan namanya pekerti. Jadi suatu budi pekerti, pangkal penilaiannya adalah dari dalam jiwa; dari semasih berupa angan-angan, cita-cita,niat hati, sampai ia lahir keluar  berupa perbuatan nyata.
3.   Burhanuddin Salam, Drs. menjelaskan bahwa sesuatu perbuatan di nilai pada 3 (tiga) tingkat
a.       Tingkat pertama, semasih belum lahir menjadi perbuatan, jadi masih berupa rencana dalam hati, niat.
b.      Tingkat kedua, setelah lahir menjadi perbuatan nyata, yaitu pekerti.
c.       Tingkat ketiga, akibat atau hasil perbuatan tersebut, yaitu baik atau buruk.

           Dari sistematika di atas, kita bisa melihat bahwa Etika Profesi merupakan bidang etika khusus atau terapan yang merupakan produk dari etika sosial. Kata hati atau niat biasa juga disebut karsa atau kehendak, kemauan, wil. Dan isi dari karsa inilah yang akan direalisasikan oleh perbuatan. Dalam hal merealisasikan ini ada (4 empat) variabel yang terjadi :
1.      Tujuan baik, tetapi cara untuk mencapainya yang tidak baik.
2.      Tujuannya yang tidak baik, cara mencapainya ; kelihatannya baik.
3.      Tujuannya tidak baik, dan cara mencapainya juga tidak baik.
4.      Tujuannya baik, dan cara mencapainya juga terlihat baik.
2.3. Profesi
Harus kita ingat dan fahami betul bahwa “Pekerjaan / Profesi” dan “Profesional” terdapat beberapa perbedaan :
1. Profesi :
a. Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.
b. Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).
c. Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.
d. Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.

2. Profesional :
a. Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.
b. Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.
c. Hidup dari situ.
d. Bangga akan pekerjaannya.  
Ciri- Ciri Profesi
Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu:
1.      Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
2.      Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
3.      Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
4.      Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
5.      Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

           Dengan melihat ciri-ciri umum profesi di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kaum profesional adalah orang-orang yang memiliki tolak ukur perilaku yang berada di atas ratarata. Di satu pihak ada tuntutan dan tantangan yang sangat berat, tetapi di lain pihak ada suatu kejelasan mengenai pola perilaku yang baik dalam rangka kepentingan masyarakat. Seandainya semua bidang kehidupan dan bidang kegiatan menerapkan suatu standar profesional yang tinggi, bisa diharapkan akan tercipta suatu kualitas masyarakat yang semakin baik.
Profesi selalu dikaitkan dengan gagasan 'layanan'. Dengan demikian, profesi telah digambarkan sebagai sekelompok orang terorganisir untuk melayani tubuh khusus pengetahuan dalam kepentingan masyarakat (Appelbaum & Lawton, 1990: p4). Demikian pula, Whitbeck (1998: p74) menegaskan bahwa profesi adalah "pekerjaan yang baik memerlukan studi lanjutan dan penguasaan tubuh khusus pengetahuan dan melakukan untuk mempromosikan, menjamin atau menjaga beberapa hal yang secara signifikan mempengaruhi 'kesejahteraan orang lain ". Tanggung jawabnya telah banyak digambarkan sebagai termasuk kepuasan "kebutuhan sosial sangat diperlukan dan bermanfaat" (Johnson, 1991: p63- 64); dan tujuan pelayanan kepada publik (Murdock dan Hughes, 1996, dikutip dalam Fryer, 1997:p31). Seorang profesional beroperasi di dunia orang-orang dengan siapa mereka bekerja, rekan dan spesialis lain, dan orang-orang yang mereka layani, seperti klien mereka dan publik (Pressman, 1997: p10) - hubungan yang telah disebut sebagai "konsensus dan fidusia "(Pressman, (1997).
Profesional tidak dibebaskan dari perilaku etis yang umum - seperti, kewajiban, tugas dan tanggung jawab - yang mengikat orang-orang biasa (Johnson, 1991:p131) dan biasanya terikat oleh seperangkat prinsip, sikap atau jenis karakter disposisi yang mengontrol cara profesi dipraktekkan Hal ini telah disebut dan kekhawatiran potensi masalah menghadapi anggota profesi atau kelompok dan dampaknya terhadap masyarakat (Johnson, 1991:p132) dengan implikasi bahwa keadilan harus dikaitkan tidak hanya untuk klien tapi juga rekan-rekan dan publik (Johnson, 1991: p117). Salah satu aspek penting adalah bahwa konflik kepentingan, didefinisikan sebagai bunga yang, jika diikuti, bisa tetap profesional dari pertemuan salah satu kewajiban mereka (Coleman, 1998: P34). Lain adalah profesional yang tepat yang relevan disebut sebagai "Hak Penolakan nurani" yang merupakan hak karyawan untuk menolak untuk mengambil bagian dalam tidak etis melakukan ketika dipaksa untuk melakukannya oleh majikan. Hal ini dapat terjadi dalam pekerjaan atau non-kerja situasi dan mungkin tidak perlu melibatkan melanggar hukum (Whitbeck (1998: P51).
Penolakan nurani dapat dilakukan dengan baik hanya tidak berpartisipasi dalam kegiatan yang satu melihat sebagai tidak bermoral, atau mungkin dilakukan dengan harapan membuat protes publik yang akan menarik perhatian pada situasi yang orang percaya yang salah (Whitbeck, 1998). Profesi yang berbeda, bagaimanapun, memiliki reputasi yang berbeda sepanjang etika perilaku yang bersangkutan. Dalam sebuah survei pendapat terbaru umum, misalnya, arsitek dinilai unggul dalam perilaku etis untuk pengacara, beberapa dokter dan hampir semua pengusaha, dengan para ulama berada di peringkat tertinggi Pengacara, tampaknya, diharapkan untuk memprioritaskan kewajiban mereka untuk klien atas kewajiban mereka kepada publik bahkan jika klien mereka bersalah melakukan kejahatan, terlepas dari bagaimana keji kejahatan (Johnson, 1991).

2.4. Kode Etik Profesi
Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sangsi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum. Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.
Prinsip- Prinsip Etika Profesi :
1.   Tanggung jawab
a.  Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.
b.  Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau masyarakat pada umumnya.
2.   Keadilan. Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya.
3.   Otonomi. Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri kebebasan dalam menjalankan profesinya.
Tujuan Kode Etik Profesi :
1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota.
3. Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi.
4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.
6. Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
7. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.
8. Menentukan baku standarnya sendiri. 
Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah :
          1.   Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
          2.   Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
          3.   Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan 
               profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dlam berbagai bidang.
Proyek konstruksi telah dikritik karena kurang mencapai dalam hal kepuasan klien mengenai layanan yang diberikan oleh anggota tim konstruksi.Proyek kurang menghormati hal ini yang kemungkinan akan menghasilkan kinerja buruk profesional konstruksi. Federasi survei pada tahun 1997, misalnya, telah menunjukkan bahwa lebih dari sepertiga klien tidak puas dengan kinerja kontraktor dan konsultan. Selanjutnya, klien juga tidak puas dengan kinerja arsitek. Oleh karena itu, evaluasi kinerja pembangunanpada proyek-proyek penting. Ada banyak penelitian tentang konstruksi, dengan fokus pada aspek yang berbeda dari pengaruh mereka terhadap kinerja proyek. Ini mencakup evaluasi kinerja kontraktor, menyelidiki kebutuhan klien selama proses pembangunan, membahas peran arsitek dan mengidentifikasi keterampilan inti untuk surveyor. Namun, ada kurangnya penelitian membahas isu-isu etika profesi konstruksi.
Etika merupakan masalah penting bagi para profesional Sebuah profesi sebagian besar melayani kebutuhan publik. Profesi hanya bisa bertahan jika publik masih memiliki keyakinan padanya. Bagi sebuah profesi untuk mendapatkan kepercayaan publik tergantung pada dua elemen penting, yaitu pengetahuan profesional dan perilaku etis. Oleh karena itu, biaya ketidaktahuan tentang etika berpotensi sangat tinggi. Selain dari mempengaruhi pada profesional sendiri, juga dapat memberi dampak yang signifikan pada kualitas layanan yang disediakan dan juga pada persepsi publik dan citra profesi. Menurut penelitian yang dilakukan di Hong Kong, kesalahan antara praktisi konstruksi telah menyebabkan citra industri memberikan standar pekerjaan yang buruk dan banyaknya malpraktek. Para pelanggar etika konstruksi seperti praktisi dan profesional telah menyebabkan perhatian pemerintah dan kepedulian. Sebuah tingkat kinerja serta etika  yang tinggi menunjukkan tingkat kinerja yang profesional dan  karenanya, tingkat ketidakpuasan dari klien rendah. Meskipun ada literatur pada kinerja konstruksi dan ketidakpuasan klien, etika profesional hampir pada tingkat yang rendah.
Partisipasi surveyor di industri konstruksi meliputi keseluruhan proyek siklus sebagai surveyor kuantitas, surveyor praktek umum dan surveyor bangunan telah spesialisasi yang berbeda. Meskipun Royal Institution Chartered Surveyors (RICS) memiliki Kerajaan Charter status, persepsi masyarakat umum survei profesional yang rendah. Mereka berpikir surveyor yang menawarkan jenis pelayanan yang sama seperti agen perumahan dan juga memiliki tingkat yang sama kepercayaan dan profesionalisme Peraturan RICS Profesional dan Departemen Perlindungan Konsumen telah melaporkan mereka ditangani dengan sekitar 2.700 kasus kesalahan profesional yang melibatkan surveyor di Inggris yang tidak pernah mencapai Profesional Melakukan Panel.Namun, Panel masih harus menyeberang melalui sejumlah besar pelanggaran peraturan, rekening pelanggaran, keluhan tentang penanganan masalah prosedur dan konflik.
Kurang dari 10% kasus mencapai Disiplin Panel, dan nama-nama yang dilaporkan dalam Bisnis RICS hanya ujung dari peraturan gunung Steven Gould, Direktur Peraturan RICS telah menyuarakan keprihatinannya, "RICS harus sangat khawatir bahwa masih ada beberapa perusahaan survei yang tampaknya tidak memahami dasar-dasar tentang cara menangani uang klien. Tidak ada niat untuk melakukan hal yang salah tapi pada saat yang sama, tidak ada pemahaman tentang bagaimana melakukan mereka benar dan tidak nyata pengakuan bahwa dalam skenario terburuk; tindakan-tindakan tertentu bisa sangat merusak 'kepentingan' klien. Hal ini semakin menegaskan perlunya penelitian pada etika profesional surveyor.
Sebagian besar (90%) berlangganan Kode Etik profesional dan banyak (45%) memiliki Kode Etik Perilaku dalam organisasi yang mempekerjakan mereka, dengan mayoritas (84%) mempertimbangkan praktik etika yang baik menjadi tujuan organisasi penting. 93% dari responden setuju bahwa "Etika Bisnis" harus didorong atau diatur oleh "Pribadi Etika", dengan 84% responden menyatakan bahwa keseimbangan dari keduabpersyaratan klien dan dampak pada masyarakat harus dipertahankan. Tidak ada responden mengetahui adanya kasus majikan berusaha untuk memaksa mereka karyawan untuk memulai, atau berpartisipasi dalam, perilaku yang tidak etis. Meskipun demikian, semua responden telah menyaksikan atau mengalami beberapa derajat perilaku tidak etis, dalam bentuk perilaku tidak adil (81%), kelalaian (67%), konflik kepentingan (48%), kolusi (44%), penipuan (35%), kerahasiaan dan kepatutan melanggar (32%), penyuapan (26%) dan pelanggaran etika lingkungan (20%).
Untuk profesi membangun dan merancang, nilai tak terhitung kehidupan manusia tuntutan tidak kurang dari pertimbangan moral tertinggi dari mereka yang mungkin resiko sebaliknya (Mason, 1998: p2 Insinyur, arsitek, manajer proyek dan kontraktor, oleh karena itu, memiliki hak dasar nurani profesional (Martin dan Schinzinger, 1996). Sebuah aspek penting dari etika dalam industri konstruksi "Etika pribadi" - sering ditafsirkan oleh para profesional konstruksi sebagai hanya mengobati lain dengan tingkat yang sama kejujuran bahwa mereka ingin diperlakukan (Badger dan Gay, 1996). Telah menyarankan, bagaimanapun, bahwa profesional pada umumnya cenderung percaya bahwa kewajiban mereka untuk klien mereka jauh lebih besar daripada tanggung jawab mereka kepada orang lain, seperti publik (Johnson, 1991: p28 Ada juga beberapa kasus di mana kritik telah dibuat mengenai kepatuhan terhadap standar etika, tidak ada yang lebih dari keracunan asbes skandal yang mempengaruhi banyak pekerja pada 1960-an (Coleman, 1998:p70)
Hari ini, profesional bangunan mendapatkan integritas dan kehormatan sampai batas tertentu melalui profesional badan-badan seperti Australian Institute of Building (2001) yang misinya termasuk yang dari mencerminkan anggotanya '"... cita-cita untuk pendidikan, standar dan etika...". Ini diwujudkan dalam kode praktek yang mendefinisikan peran dan tanggung jawab profesional (Harris et al, 1995) dan merupakan landasan apapun. Meskipun banyak laporan independen dan investigasi dilakukan dan menegaskan bahwa asbes itu berakibat fatal, penggunaan dalam industri bangunan tetap sangat tinggi sampai penggunaan itu benar-benar dilarang (Coleman, 1998). Program etika (Calhoun dan Wolitzer, 2001). Tentu saja, kode saja cukup untuk memastikan perilaku etis dan mereka perlu dilengkapi dengan penugasan tanggung jawab fungsional (misalnya, etika perwira) dan majikan pelatihan.
Efektivitas ini telah menjadi obyek paling penelitian empiris sampai saat ini, dengan penekanan khusus pada tender kolusif, yang didefinisikan sebagai "perjanjian ilegal antara peserta tender yang menghasilkan tawaran yang tampaknya kompetitif, penetapan harga, distribusi atau pasar skema yang menghindari semangat bebas kompetisi dan menipu klien "(Zarkada-Fraser, 2000) dan termasuk tawaran-potong tawaran-belanja, harga tutup, biaya tersembunyi dan komisi dan kompensasi untuk peserta tender yang gagal (Ray et al, 1999; Zarkada-Fraser dan Skitmore, 2000) bersama-sama dengan "penarikan" (Zarkada, 1998: p36) di mana sebuah tenderer menarik tawaran mereka setelah berkonsultasi dengan peserta tender lainnya. 

2.5.Etika Industri Konstruksi
Dalam hal profesi individu, seringkali diasumsikan bahwa arsitek tidak hanya berbakat dalam desain dan konstruksi bangunan, tetapi juga etika tertinggi kaliber  untuk contoh, telah ditelusuri kembali ini untuk American Institute of Architects Kode Etik ditetapkan pada tahun 1947. Kode etik saat ini berkisar pada konsep "umum yang baik adalah benar "untuk hal-hal tidak didasarkan pada hukum (Pressman, 1997: p52). Demikian pula, KodePerilaku Profesional, terdiri dari Prinsip, Aturan dan Catatan. Arsitek telah ditemukan ingin di kali, bagaimanapun, sebuah jajak pendapat baru-baru ini tentang etika dalam arsitektur dilakukan oleh majalah Arsitektur Progresif, 1987 mengutip jenis utama dari perilaku yang tidak etis dalam arsitektur menjadi:
·       Menyembunyikan kesalahan konstruksi dan mencuri orang lain menggambar
·       Melebih-lebihkan pengalaman dan prestasi akademik di resume dan aplikasi untuk komisi
·       Pengisian klien untuk bekerja tidak dilakukan, biaya tidak dikeluarkan atau berlebihan
·       janji-janji palsu kemajuan seperti yang dilakukan oleh beberapa arsitek
·       menyesatkan klien dalam manajemen proyek
·       Keterlibatan dalam konflik kepentingan
Untuk manajer proyek, salah satu elemen penting dari profesi mereka adalah pertimbangan etika dan tanggung jawab sosial (Fryer, 1997: p13). Harus ada ada konflik antara moralitas dan manajemen yang baik "... Itupenting bahwa manajer proyek melakukan pekerjaan mereka secara etis ...". Ini dari Pembukaan Kode Etik bagi Manajer Proyek (Walker, 1989), menegaskan lingkup kode etik yang tepat diperlukan oleh manajer proyek. Kontraktor konstruksi juga diharapkan untuk berperilaku secara etis. Sebuah terakhir wawancara survei profesional konstruksi menunjukkan peran penting etika melakukan bermain di kontraktor konstruksi (Badger dan Gay, 1996), suatu mengejutkan Bahkan mengingat bahwa orang yang bekerja di industri konstruksi dua kali lebih mungkin mempertahankan cedera utama dan lima kali lebih mungkin untuk dibunuh, daripada rata-rata untuk semua industri (Davis, 2001). Menjadi jujur ​​dan realistis juga dikatakan sebagai dasar aspek integritas profesional, terutama ketika membuat klaim dan estimasi (Johnson, 1991: p114).
Berbeda dengan arsitek, bagaimanapun, kontraktor konstruksi memiliki reputasi perilaku tidak etis, masalah utama yang, menurut sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh jurnal Penelitian Bangunan dan Informasi (Pilvang dan Sutherland, 1998), tinggi tingkat perselisihan antara pemilik dan pembangun. Mereka umumnya miskin perilaku telah dikatakan berasal dari masuknya perusahaan konstruksi baru dengan baru orang yang tidak memiliki etika bangunan konstruksi, dengan keserakahan menjadi salah satu utama faktor yang menyebabkan perilaku yang tidak etis (Ritchey, 1990 Sebagai tanggapan, telah ada panggilan dari masyarakat kontraktor sendiri untuk "menyingkirkanorang-orang dalam tengah-tengah kitayang tidak melakukan hal yang benar "(Master Builder, 1997: P25). Ada juga pindah ke yang lebih besar swa-regulasi. Queensland Pembangun Guru, misalnya, dimulai drive untuk lisensi semua pembangun untuk memberikan beberapa jaminan integritas mereka. Demikian pula Inggris kontraktor telah memperkenalkan konsumen didorong inisiatif yang disebut "Mark Kualitas 'dengan tujuan membedakan antara 'Nakal' pembangun dan organisasi terkemuka, seperti ditunjukkan dalam The Majalah dariFederation of Master BuildersBiro Bisnis dan EkonomiPenelitian telah menggambarkan sebuah inisiatif serupa di Amerika Serikat, untuk mengekang perilaku tidak etis oleh kontraktor, yang disebut JenderalAsosiasi Kontraktor / AmerikaAsosiasi subkontraktor (AGC / ASA) yang bertujuan untuk alamat yang berbeda masalah dalam industri konstruksi.

2.6.Kinerja proyek konstruksi
2.5.1.       Pengukuran kinerja konstruksi
Indikator kinerja tradisional untuk proyek konstruksi telah waktu,   biaya. Sebuah pengukuran yang lebih baru diperkenalkan keberhasilan proyek adalah tingkat pencapaian tentang tujuan proyek yang ditetapkan oleh berbagai pihak untuk itu De Wit (1988) menyatakan, proyek ini dianggap sebagai keberhasilan keseluruhan jika proyek tersebut memenuhi spesifikasi kinerja teknis dan / atau untuk dilakukan, dan jika ada tingkat kepuasan yang tinggi tentang hasil antara orang-orang kunci dalam organisasi induk, kunci orang di tim proyek dan pengguna kunci atau klien dari usaha pembuat keputusan pada apakah proyek ini sukses adalah klien. Pentingnya klien telah diidentifikasi dalam beberapa ulasan dan laporan Pada tahun 1981, Roger Flanagon menyatakan 'partai penting dalam konstruksi industri klien Bangunan adalah tentang mendapatkan itu tepat bagi klien karena dia adalah hanya orang yang penting di akhir hari 'Latham (1994) telah menempatkan klien pada 'inti dari proses dan kebutuhan mereka harus dipenuhi oleh industri Baru-baru ini, Boyd dan Kerr (1998) menyatakan bahwa 'baru-baru ini doktrin yang 'berfokus pada klien' telah mengangkat peran klien dalam properti dan konstruksi industri untuk posisi seperti Tuhan. Hal ini dapat, oleh karena itu, dikatakan bahwa kepuasan klien adalah kriteria yang paling penting bagi keberhasilan proyek.

2.5.2.       Tingkat kinerja konstruksi
Meskipun penting, kinerja industri konstruksi rendah, diukur dalam hal baik tradisional atau indikator kepuasan klien. Misalnya, survei dilakukan oleh Forum Klien Konstruksi menemukan bahwa lima puluh delapan persen dari responden mengalami overruns program pada proyek- proyek mereka dengan panjang keterlambatan rata-rata empat puluh delapan hari dari titik penyelesaian diantisipasi untuk aktual tanggal menyelesaikan Di depan anggaran, klien secara kritis ketidakmampuan industri untuk menjaga anggaran kontrak yang disepakati; tiga puluh dua persen dari proyek melebihi setuju jumlah Akhirnya, lima puluh tujuh persen dari klien mengalami cacat pada proyek mereka cukup untuk menyebabkan penundaan proyek penyerahan Klien sering tidak puas dengan pengiriman proyek dan situasi ini telah ada selama bertahun-tahun. Sebagai contoh, lebih dari 20 tahun yang lalu, direktur managing Slough Perkebunan menyatakan pandangannya 'bahwa tujuan industri adalah untuk memuaskan kebutuhan saya tetapi gagal untuk melakukannya. Kritiknya difokuskan pada industri bangunan kegagalan untuk mengantarkan barang tepat waktu, dan pada harga yang wajar. Sir Michael Latham (1994) melaporkan menyatakan bahwa "klien tidak selalu mendapatkan apa yang mereka minta dan tingkat kepuasan klien dalam industri konstruksi lebih rendah dari industri. Meningkatkan kinerja untuk memuaskan klien masih fokus dari sejumlah pasca-laporan Latham (misalnya CCF, 1998; CIB, 1996, 1997; Egan, 1998) dan di terakhir Sir John Egan mengungkapkan "keprihatinan yang mendalam bahwa industri secara keseluruhan bawah mencapai dan mengatakan bahwa' kebutuhan untuk meningkatkan dalam konstruksi jelas.

2.7. Literatur review atas surveyor
Pengetahuan profesional dan standar etika keduanya karakteristik penting dari kompeten surveyor Namun, literatur sebelumnya konsentrat pada pembahasan pengetahuan khusus surveyor. Hal ini juga berbeda dari penelitian pada peserta konstruksi lainnya, tetapi berfokus lebih pada hubungan antara surveyor dan kinerja proyek konstruksi. Sebaliknya, berfokus pada 'surveyor' sendiri.
Wilayah utama pertama dari penelitian tentang surveyor membahas peran surveyor. Dalam 1983, RICS (1983) menerbitkan panduan resmi pertama pada peran kuantitas surveyor di Inggris. Dokumen ini berisi daftar peran dan tanggung jawab kuantitas surveyor (QS). Hodgetts (1989) juga telah membahas peran QS Australia.
Sejak itu, RICS telah menerbitkan lebih lanjut tentang peran perubahan surveyor dalam dua dekade terakhir Mereka telah membahas tantangan perubahan untuk survei profesional dan mendiskusikan apa yang adalah peran baru dikembangkan untuk surveyor. Daerah penelitian kedua utama lainnya menyelidiki keterampilan inti dan kompetensi surveyor. RICS (1985) telah menghasilkan daftar layanan yang tersedia dari Chartered Surveyor Kuantitas Pada 1990-an, RICS diterbitkan beberapa laporan yang ditujukan untuk membicarakan persyaratan pasar untuk survei profesi dan juga menangani keterampilan inti dan pengetahuan yang seharusnya surveyor kuantitas
Keterampilan dan pengetahuan adalah 'praktis' keterampilan, seperti komputasi, pengukuran dan lain-lain kontrak, yang penting bagi mereka untuk dapat melakukan 'tangan-' tugas. Jenis penelitian ini tidak terbatas ke Inggris Nkado dan Kotze (2000) telah melakukan penelitian serupa di Afrika Selatan.
Ada juga ada kekurangan metode penelitian yang menyelidiki untuk meningkatkan surveyor ' kualitas dan mempromosikan layanan mereka Ashworth (1994) telah membahas apa jenis program pendidikan dan pelatihan surveyor kuantitas mungkin bisa membantu dan meningkatkan kualitas layanan mereka McNamar (1999) telah membahas bagaimana penelitian dapat menjadi strategi pemasaran untuk layanan kuantitas survei. Procter dan Rwelamila (1999) telah mempelajari bagaimana untuk memberikan kualitas layanan untuk surveyor kuantitas di Afrika Selatan.
Literatur ini berfokus pada masalah bagaimana meningkatkan pengetahuan profesional dan keterampilan teknis surveyor Namun, elemen kunci kedua profesi, yaitu kode etik, telah diabaikan.
Ada pekerjaan akademis terbatas pada etika untuk memiliki penelitian dilakukan di daerah ini. Yang pertama mempelajari persepsi standar etika surveyor kuantitas profesional dan konstituen penting mempengaruhi pembuatan keputusan etis. Namun, penelitian ini tidak mencerminkan seluruh gambar untuk profesi seperti survei difokuskan pada mempelajari survei tertentu divisi. Juga, kedua makalah mempelajari etika profesional sebagai subjek 'berdiri sendiri' dan mengabaikan hubungannya dengan masalah lain, seperti kinerja proyek konstruksi. 

2.8.Etika profesional dan surveyor
Profesional adalah kelompok terorganisir orang yang telah sistematis dan umum pengetahuan yang dapat diterapkan untuk berbagai masalah. their Selain itu, mereka perilaku secara ketat dikontrol oleh kode etik yang didirikan dan dipelihara oleh asosiasi profesional dan belajar sebagai bagian dari pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi syarat sebagai seorang profesional. Akhirnya, mereka harus memiliki kepedulian untuk kepentingan mereka klien dan masyarakat daripada kepentingan pribadi ketika mereka menawarkan layanan mereka. Etika dalam penggunaan umum berarti filosofi perilaku manusia dengan penekanan pada pertanyaan moral yang benar dan Etika profesional. Namun, selalu terikat dengan konsep yang lebih praktis dan harapan dari masyarakat, kompetensi tanggung jawab, suka dan kesediaan untuk melayani publik RICS juga telah mendirikan persyaratan yang sama untuk surveyor.
Selain mencapai standar yang diperlukan pelayanan di bidang spesialis mereka, itu adalah diharapkan anggota akan memahami pentingnya RICS profesional etika dan bersedia untuk memenuhi standar yang dibutuhkan dari mereka (Salah satu isu-isu inti untuk RICS etika profesional adalah bahwa 'mengamankan klien' kepentingan '. The Para Etika Profesional Partai Kerja juga telah menekankan pandangan ini: ia mengatakan bahwa 'Etika profesional adalah memberikan seseorang terbaik untuk memastikan bahwa klien kepentingan benar dirawat, tetapi dengan begitu kepentingan umum yang lebih luas juga diakui dan dihormati. RICS mendefinisikan etika sebagai seperangkat prinsip moral meluas melampaui kode resmi perilaku Ia juga mengatakan bahwa kesediaan anggota untuk mengikuti prinsip-prinsip ini adalah salah satu kunci untuk ekspansi profesi Berlatih dan memberikan saran kepada klien secara etis profesional adalah salah satu alasan utama orang memilih untuk jawaban pada anggota mengakui badan profesional. Dengan mengikuti kode etika profesional, anggota menyelesaikan konflik yang tak terelakkan antara kepentingan dari profesional, klien dan masyarakat pada umumnya Namun, etika bukan teks tetap yang bisa dipelajari sekali. 'Etis standar' adalah dinamis masalah Tindakan tertentu dapat etis saat ini atau dalam masyarakat khususnya dan dalam tertentu situasi, tapi mungkin bisa dipandang secara berbeda oleh orang lain atau di lain waktu. Oleh karena itu, diperlukan untuk terus meninjau perilaku dalam rangka untuk mengikuti dengan terus-menerus mengubah standar Selain itu, penilaian pribadi juga diperlukan bila etika dilema menghadapi
Dengan cara yang sama seperti yang dilakukan lembaga-lembaga profesional lainnya; RICS menyediakan satu set Aturan Perilaku mana semua anggota harus mengikuti secara ketat. Lembaga ini telah diperbarui Aturan Perilaku secara teratur untuk tetap sejalan dengan sosial yang berubah lingkungan Dokumen-dokumen menutupi area standar pribadi dan profesional, melakukan kegiatan profesional dan professional bisnis rincian praktek, dan kerjasama, konflik kepentingan, profesional ganti rugi asuransi, aturan account anggota ', belajar seumur hidup dan disiplin prosedur. Selain itu, pedoman etika lainnya-isu terkait disediakan. masalah meliputi prosedur penanganan keluhan, mendirikan sebuah perusahaan survei, perlindungan terhadap pencucian uang, kepemilikan file bisnis, dan pengangkatan sebuah locum untuk menutupi pekerjaan jika surveyor sedang pergi. Sebagai bagian dari ini, RICS telah merancang prinsip-prinsip inti sembilan etika, yang merupakan 'Alasan' untuk Aturan Perilaku. Tujuan dari prinsip-prinsip adalah untuk membantu surveyor di keraguan tentang bagaimana menangani keadaan yang sulit, atau dalam situasi di mana ada bahaya bahwa profesionalisme anggota dapat dikompromikan. Ini sembilan prinsip adalah: bertindak dengan integritas, selalu jujur, terbuka dan transparan dalam urusan Anda, bertanggung jawab untuk semua tindakan Anda, tahu dan bertindak dalam keterbatasan Anda, obyektif sepanjang waktu, tidak pernah mendiskriminasikan orang lain, menetapkan contoh yang baik dan memiliki keberanian untuk membuat berdiri. Surveyor diharapkan tidak hanya untuk menunjukkan pengetahuan dan pemahaman tentang prinsip-prinsip ini, tetapi juga memiliki komitmen untuk memenuhi etika standar dan mempertahankan integritas profesi.
Sembilan prinsip dan kode etik melayani tujuan yang sama yaitu untuk memberikan layanan profesional untuk memastikan bahwa kepentingan klien terjaga dan kepentingan umum dianggap.

BAB III
PENUTUP

Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Kode etik profesi merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sangsi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum. Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan.





















DAFTAR PUSTAKA

Ashworth, A. (1994) Education and training of quantity surveyors. Construction Ashworth, A. (1994) Pendidikan dan pelatihan surveyor kuantitas. Konstruksi
Papers , 37. Papers, 37.
Belassi, W. and Tukel, OI (1996) A new framework for determining critical Belassi, W. dan Tukel, OI (1996) Sebuah kerangka kerja baru untuk menentukan penting
success/failure factors in projects. International Journal of Project Management , keberhasilan / kegagalan faktor dalam proyek. Jurnal Manajemen Proyek,
14(3), 141-151. 14 (3), 141-151.
Boyd, D. and Kerr, E. (1998) An analysis of developer-clients perception of Boyd, D. dan Kerr, E. (1998) Analisis pengembang-klien persepsi
consultants. Proceedings of ARCOM, September 9-11, 1998: The University of konsultan Prosiding Arcom September 9-11, 1998:. Universitas
Reading, UK, 88-97. Membaca, Inggris, 88-97.
240 240
Building (1981) Talking the contract through . Bangunan (1981) Berbicara kontrak melalui.Building , 24 Bangunan, 24
th th
April, 29-31. (No author) April, 29-31. (Penulis Tidak)
Carey, JL and Doherty, WO (1968) Ethical Standards of the Accounting Carey, JL dan Doherty, WO (1968) Etis Standar Akuntansi
Profession , New York: American Institute of Certified Public Accountants. Profesi, New York: American Institute Akuntan Publik.
Carmichael, S. (1995) Business Ethics: the New Bottom Line , London: DEMOS. Carmichael, S. Etika Bisnis (1995): para Bottom Line Baru, Jakarta: DEMOS.
Carpenter, J. (1981) Stage manager. Building , 10 April. Carpenter, J. (1981) Tahap manajer. Bangunan, 10 April.
Chalkley, R. (1994) Professional Conduct: A Handbook for Chartered Surveyors , Chalkley, R. (1994) Perilaku Profesional: Sebuah Buku Pegangan untuk Chartered Surveyors,
London: Surveyors Holdings Ltd. Jakarta: Surveyor Holdings Ltd
Chinyio, E., Olomolaiye, P. and Corbett, P. (1998) An evaluation of project needs of Chinyio, E., Olomolaiye, P. dan Corbett, P. (1998) Evaluasi kebutuhan proyek
UK building clients. International Journal of Project Management , 16(6), 385-391. Inggris membangun klien. Jurnal Manajemen Proyek, 16 (6), 385-391.
Construction Clients Forum (CCF) (1998) Working Together for Better Construction, Konstruksi Klien Forum (CCF) (1998) Bekerja Bersama untuk Konstruksi Lebih Baik,
London: CCF. Jakarta: CCF.
Construction Industry Board (CIB) (1996 ) Towards a 30% Productivity Improvement Industri Konstruksi Board (CIB) (1996) Menuju Peningkatan Produktivitas 30%
in Construction, London: Thomas Telford. dalam Konstruksi, London: Thomas Telford.
Construction Industry Board (CIB) (1997) Constructing Success: Code of Practice for Industri Konstruksi Board (CIB) (1997) Membangun Sukses: Kode Tata Laku untuk
Clients of the Construction Industry, London: Thomas Telford. Klien Industri Konstruksi, London: Thomas Telford.
Construction Industry Review Committee (CIRC) (2001) Construct for Excellence: Industri Konstruksi Review Committee (CIRC) (2001) Membangun untuk Keunggulan:
Report of the Construction Industry Review Committee , Hong Kong: CIRC. Laporan Komite Industri Konstruksi Review, Hong Kong: CIRC.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DIYAN ROHMANSAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template | Distributed By: BloggerBulk
Proudly powered by Blogger